Senin, 03 Desember 2012


KAGUM
Eka Indrawati

Aku sadar sekarang
Perasaan ini bukanlah yang kuduga sebelumnya
Bukan cinta....
Tapi satu kata yang menyerupainya
Kau tahu itu apa?
Kau memang pandai,jawabanmu tak pernah meleset
Satu kata itu adalah KAGUM
Kata yang membinggungkan bagi para remaja seusiaku
          Aku sadar sekarang
          Perasaanku tak seperti dahulu
          Tak terasa dag-dig-dug saat bertemu denganmu
          Tak acuh saat melihatmu
          Kini semuanya menjadi biasa
Perasaan yang sunguh berbeda dengan dahulu
Waktu yang telah mengubahnya
Dan akankah waktu akan mengubahnya kembali?

GENERASI MUDA
Eka Indrawati


Tak pernah terfikir jasa pahlawan bumi pertiwi
Mengorbankan seluruh raga,jiwa,bahkan keluarga yang disayangi
Tak pernah berniat untuk mengingatnya terus menerus
Dan tak pernah merasakan kebanggaan yang teramat dalam
Tapi.....
Hari ini aku tersadar
Bangun dari ketidakpahamanku mencerna segalanya
Pahlawan tak pernah ingin dihargai
Namun,ingin pengorbanannya dilanjutkan
Ya,harapannya adalah generasi muda Indonesia
Merekalah yang akan menentukan harus maju,ataukah mundur
Tetap merdeka atau selalu dijajah
Karna tanah air membutuhkan kita
Kita sebagai generasi muda yang bertalenta


BANJIR
Eka Indrawati

Gelegar petir diluar terdengar begitu menyesakan
Menakutkan dan memprihatinkan
Suara bocah-bocah mencekik leher
Ketakutan dan kebosanan
Air menggenang di pekarangan
          Tumbuhan kecil,rumput terbawa oleh derasnya air
          Hujan yang telah lama kita nantikan
          Tapi malah membawa bencana
          Air yang mulai masuk ke sela-sela bawah pintu
          Membanjiri rumah yang terkena sial
Lalu......
Tampaklah air berwarna coklat
Membawa segala lapisan tanah,rumput,dan segala sampah diluar
Menari di atas air yang mengalir tenang di dalam rumah
Gelegar suara orang meminta tolong pun terdengar menyesakan
Memprihatikan ...

               


MENANTI

Menanti tak seindah mencintai
Tak  ingin lepas atau tak bisa  lepas
Bayangmu terlalu kuat terbenam di otak kecilku
Terendapkan  direlung hatiku
Bersatu dengan saluran peredaran darahku
Cintamu tak kunjung datang
Untuk seorang anak manusia
Yaitu diriku
Tak tahu kah engkau
Berapa waktu yang kuhabiskan
Untuk menggapai engkau
Wahai bintangku........


MUNYUK CINTAKU
Eka Indrawati


Kau tak pernah berubah
Masih seperti dahulu dan akan tetap seperti itu
Entah mengapa aku risih dengan cara berjalanmu
Cara berjalan yang bungkuk,seperti munyuk
Tapi,itu sama sekali tak mengurangi
Rasa sayang, cinta ataupun rindu kepada dirimu
Ingin rasanya aku memilikimu seutuhnya
Hingga aku dapat bersamamu selamanya
Bersama munyuk yang terganteng didunia
Bersama munyuk yang selalu kucinta
Dan bersama munyuk yang tak pernah terlupa